Rabu, 13 November 2013

Laporan Praktikum Pengaruh Konsentrasi subtrat Terhadap Aktivitas Enzim Katalase

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
Pengaruh Konsentrasi Subtrat Terhadap Aktivitas Enzim Katalase
KELAS XII IPA
SEMESTER GANJIL (I)



 






SMA NEGERI 1 SUNGAI PINYUH
TAHUN AJARAN 2013-2014



A.      PENDAHULUAN
Enzim merupakan suatu kelompok protein yang berperan penting di dalam aktivitas biologic. Enzim berfungsi sebagai katalisator si dalam sel dan sifatnya sangat khas. Di dalam jumlah sangat kecil, enzim dapat mengatur reaksi tertentu sehingga di dalam keadaan normal tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan hasil akhir reaksinya.di dalam sel terdapat banyak jenis enzim yang berlainan kekhasannya, sehingga suatu enzim hanya mampu menjadi katalisator untuk reaksi tertentu saja. Ada enzim yang dapat mengkatalisa suatu kelompok substrat, ada pula yang hanya satu kelompok substrat saja, dan ada pula ynag bersifat stereospesifik. Karena enzim mengkataliser reaksi-reaksi di dalam system biologis, maka enzim juga disebut sebgai biokatalisator
Bagian protein dari enzim disebut apo-enzim, sedangkan enzim keseluruhannya disebut haloenzim.
Bagian protein ( tak aktif )          +          non-protein                   = haloenzim ( aktif )
            ( apoenzim )                          ( gugus protestik )
Kespesifikan enzim dibedakan dalam : kespesifikan optik dan gugus ( M.T Simanjuntak, 2003 ). Kespesifikan optik tampak pada enzim-enzim yang bekerja terhadap karbohidrat. Umumnya, enzim-enzim ini hanya bekerja terhadap karbohidrat isomer D bukan L. Sebaliknya, enzim-enzim yang bekerja terhadap asam amino dan protein hanya bekerja pada asam amino L dan bukan pada isomer D. Kespesifikan gugus menunjukkan bahwa enzim hanya dapat bekerjaterhadap gugus yang tertentu. Enzim alkohol dehidrogenase tidak dapat mengkatalisis reaksi dehidrogenasi pada senyawa bukan alcohol ( Hafiz Soewoto,2000).
Klasifikasi enzim berdasar Commission on Enzim Of The Internasional uinion of Biochemistry ( CEIUB ) atau Internasional Enzim Commision ( IEC ) adalah sebgai berikut :
1.     Enzim yang berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi contoh oksigenase
2.     Enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan gugus tertentu contoh enzim transaminase
3.     Enzim yang berperan dalam reaksi hidrolisis contoh peptidase
4.     Enzim yang berperan dalam mengkatalisis reaksi addisi atau pemecahan ikatan rangkap contoh liase
5.      Enzim yang berperan dalam mengkatalisis reaksi isomerisasi contoh alanin rasemase
6.      Enzim yang berperan dalam mengkataliser reaksipembentukan ikatan dengan bantuan pemecahan ikatan dalam ATP( ligase ) ( M.T. Simanjuntak, 2003).
Seperti molekul protein lainnya sifat biologis enzim sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor fisiko kimia. Enzim bekerja pada kondisi tertentu yang rerlatif ketat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerj enzim antara lain suhu, pH, oksidasi oleh udara atau senyawa lain, penyinaran ultraviolet, sinar x, α, β, dan γ. Di samping itu, kecepatan reaksi enzimatik dipengaruhi pula oleh konsentrasi enzim maupun substratnya ( Hafiz Soewoto,2000).





Pengaruh konsentrasi substrat :
Pada suatu reaksi enzimatik bila konsentrasi substrat diperbesar, sedangkan kondisi lainnya tetap, maka kecepatan reaksi (v) akan meningkat sampai suatu batas kecepatan maksimum (V). Pada titik maksimum ini enzim telah jenuh dengan substrat.
Dalam suatu reaksi enzimatik, enzim akan mengikat substrat membentuk kompleks enzim-substrat [ES], kemudian kompleks ini akan terurai menjadi [E] dan produk [P]. Makin banyak kompleks [ES] terbentuk, makin cepat reaksi berlangsung sampai batas kejenuhan [ES]. Pada konsentrasi substrat [S] melampaui batas kejenuhan kecepatan reaksi akan konstan. Dalam keadaan itu seluruh enzim sudah berada dalam bentuk kompleks E-S. Penambahan jumlah substrat tidak menambah jumlah kompleks E-S.

B.     TUJUAN
Mengetahui pengaruh konsentrasi subtrat terhadap aktivitas enzim katalase


C.     RUMUSAN MASALAH            :

1.       Bagaimanakah pengaruh jumlah atau konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim katalase ?

D.    HIPOTESIS

Konsenstrasi hidrogen peroksida (H2O2) akan berpengaruh dalam kecepatan kerja enzim. Semakin tinggi jumlah konsenstrasi (H2O2), maka semakin cepat terjadi reaksi.
E.      VARIABEL
Variabel bebas                  : jumlah hidrogen peroksida dan aquades
Variabel terikat                                 : kecepatan reaksi yang salah satu indikatornya yaitu perbedaan ketinggian
  sebelum dan sesudah reaksi,dan lamanya waktu
Variabel kontrol                : hati ayam sebagai enzim
F.       ALAT DAN BAHAN
1.      Tabung Reaksi
2.      Rak Tabung Reaksi
3.      Pipet ukuran 10ml beserta penyedotnya
4.      Pengaduk
5.      Skalpel
6.      Penggaris
7.      Pena Marker
8.      Hidrpgen Peroksida (H2O2)
9.      Aquades
10.  Hati Ayam


G.     CARA KERJA
1.      Potong hati ayam dengan ukuran 2cm x 1cm x 1cm. Buatlah 5 potongan hati.
2.      Haluskan tiap-tiap potongan hati tersebut.
3.      Siapkan 5 tabung reaksi dan berilah label A s/d E.
4.      Ambil Hidrogen Peroksida dan Aquades, selanjutnya masukkan ke dalam masing masing tabung reaksi.Perbandingan volumenya dapat dilihat pada table berikut!
Tabung Reaksi
Volume (ml)
H2O2
Aquades
A
0
10
B
2,5
7,5
C
5,0
5,0
D
7,5
2,5
E
10
0

5.      Aduklah larutan dalam tiap-tiap tabung reaksi
6.      Masukkan hati yang sudah dihaluskan ke dalam tiap-tiap tabung reaksi. Tandai ketinggian awal larutan dengan menggunakan pena marker.
7.      Setelah 5 menit, ukurlah ketinggian gelembung udara pada semua tabung reaksi. Gelembung udara pada salah satu tabung reaksi dapat mencapai mulut tabung eaksi sebelum 5 menit. Jika hal ini terjadi segera ukurlah ketinggian gelembung udara mulai dari batas awal tanda pena marker sampai batas teratas gelembung udara.
8.      Catat hasil pengamatanmu dalam bentuk table.
9.      Buatlah grafik hubungan antara ketinggian gelembung oksigen dengan konsentrasi hidrogenperoksida.

H.     DATA HASIL PRAKTIKUM
Tabung Reaksi
Tinggi Awal
(cm)
Tinggi Akhir
(cm)
Ketinggian Gelembung Udara (cm)
Tingkat Reaksi
A
6
6
-
-
B
6
10
11
+
C
6
13
11
++
D
6
15
12.5
+++
E
6
17
15
++++




Catatan :
-                 Tidak terjadi reaksi
+                Reaksi sangat lambat
++              Reaksi lambat
+++                        Reaksi cepat
++++          Reaksi sangat cepat

I. ANALISIS DATA
  1. Tabung reaksi 1,yaitu pada 10 ml aquades. Tidak terjadi reaksi apapun. Tidak muncul gelembung dan tidak adanya perubahan ketinggian.
  2. Tabung reaksi 2, yaitu pada 7,5 ml aquades dan 2,5 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi walaupun berjalan lambat. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya sedikit gelembung .
  3. Tabung reaksi 3, yaitu 5,0 aquades dan 50 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang lebih cepat di banding pada tabung reaksi 2. Hal ini dikarenakan dalam waktu 50 detik muncul gelembung dengan ketinggian mencapai 13 cm.
  4. Tabung reaksi 4, yaitu 2,5 ml aquades dan 7,5 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang cepat karena gelembung sudan melebihi mulut tabung reaksi pada detik ke-14.
  5. Tabung reaksi yang ke-5, yaitu 10 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang sangat cepat, karena gelembung melebihi mulut tabung reaksi hanya dalam 7 detik.

J.       GRAFIK HUBUNGAN KETINGGIAN GELEMBUNG OKSIGEN DENGAN KONSENTRASI HIDROGEN PROKSIDA





K.    PEMBAHASAN
  1. Dari data di atas, dapat kita lihat bahwa air murni (aquades) tidak berpengaruh terhadap kerja enzim. Hal ini dapat dilihat pada tabung reaksi 1, yaitu tidak adanya gelembung sama sekali dan tak ada perubahan ketinggian sebelum dan sesudah pemberian hati ayam.
  2. Pada tabung reaksi 2, yaitu campuran 7,5 ml aquades dan 2,5 ml hidrogen peroksida sudah mulai terjadi kerja enzim. Meskipun hanya muncul sedikit gelembung dan perubahan ketinggian yang tidak terlalu besar. Tetapi hal ini menunjukkan bahwa jika konsentrasi substranya sedikit, maka kecepatan kerja enzim juga rendah.
  3. Sedangkan pada tabung reaksi 5, yaitu pada 10 ml hidrogen peroksida. Muncul gelembung yang sangat banyak bahkan melebihi ketinggian tabung reaksi dan dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini menunjukkan bahwa jika jumlah substrat yang tersedia banyak, maka kerja enzim juga cepat.
L.     Diskusi (Pertanyaan)

1.      Jelaskan peran katalase pada percobaan tersebut!
Jawab : Katalase pada percobaan tersebut beperan dalam mempercepat terjadinya reaksi.
2.      Pada tabung manakah tidak terjadi reaksi kimia?
Jawab  : Pada tabung A ( karena hanya berisi aquades)
3.      Pada tabung manakah reaksi kimia paling cepat?
Jawab  : Pada tabung E ( Karena konsentrasi Hidrogen peroksida paling besar)
4.      Jelaskan hasil pengamatan dan buatlah kesimpulan!
Jawab: Sumber katalase pada percobaan ini yaitu hati ayam dan substratnya yaitu hidrogen peroksida (H2O2) Dari data di atas, dapat kita lihat bahwa pada air murni (aquades) tidak ada gelembung sama sekali dan tak ada perubahan ketinggian sebelum dan sesudah pemberian hati ayam. Campuran 7,5 ml aquades dan 2,5 ml hidrogen peroksida sudah mulai terjadi kerja enzim. Meskipun hanya muncul sedikit gelembung dan perubahan ketinggian yang tidak terlalu besar. Pada 10 ml hidrogen peroksida, muncul gelembung yang sangat banyak bahkan melebihi ketinggian tabung reaksi dan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi, mekanisme kerja enzim juga ditentukan oleh jumlah atau konsentrasi substrat yang tersedia.Jika jumlah substratnya sedikit, kerja enzim juga rendah. Sebaliknya, jika jumlah substrat yang tersedia banyak, kerja enzim juga cepat. ( Kesimpulan dijawab pada bagian M).



M.   KESIMPULAN

Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:
1.       aquades sebanyak 10 ml tidak mempengaruhi kecepatan reaksi sama sekali ( karena tidak ada substrat)
2.      Adanya hidrogen peroksida, menyebabkan reaksi berlangsung lebih cepat
3.      Hati sapi berperan sebagai enzim, sedangkan hidrogen peroksida sebagai      substratnya (bahan tempat enzim bekerja).
4.      Jumlah atau konsentrasi substrat berpengaruh terhadap mekanisme kerja enzim. Kerja enzim berlangsung lambat apabila jumlah substratnya sedikit. Sebaliknya, jika jumlah substratnya banyak, maka akan semakin cepat kerja suatu enzim tersebut.




N.    SARAN
Ketika melakukan praktik di laboratorium biologi seharusnya menggunakan pakaian lab dan sarung tangan, sehingga pada saat melakukan praktikum kita lebih terlindungi dari larutan atau bahan praktik yang jika terkena kulit bersifat korosif atau dapat menimbulkan gatal dan pedih serta panas. Dengan begitu kita lebih aman dan nyaman ketika melakukan praktik di laboratorium biologi.

O.     DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, Istamar,dkk. 2004. Biologi 3A Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Akhyar, Moh. Salman. 2003. Biologi Untuk SMU Kelas III. Bandung: Grafindo Media Pratama
Sembiring, Langkah. 2006. Biologi Untuk Kelas XII. Jakarta: Sunda Kelapa
https://www.google.com/search?q=laporan+praktek+uji+enzim+katalase+dengan+menggunakan+ekstrak+hati&ie=utf8&oe=utf8&aq=t&rls=org.mozilla:enUS:official&client=firefox#q=pengaruh+konsentrasi+substrat+terhadap+aktivitas+enzim&rls=org.mozilla:en-US%3Aofficial








Tidak ada komentar:

Posting Komentar