Selasa, 12 November 2013

Puisi Sepenggal Kenangan

Aku akan tetap diam disini
Jika kau tanya kenapa, ku tak kan menjawab
Bahkan bila teriakmu terus memekakkan
Aku kan tetap diam
Bukan salahmu
Titisan air yang bawa aku kemari
Hipnotisku dalam Irama hujan yang seakan mengajak rasa hati mengikuti irama detinganya
Harumnya membawa angan ke dalam pejamku
Hingga teriakanmu pun takkan mampu buat ku berpaling pergi
Bukan ku acuhkanmu
Tapi, aroma hujan mampu alihkan ku darimu
Bahkan dinginnya yang menembus tulangku kurasa nikmat
Senang, ada bahagia di sana
Ku rasa nyaman dari ketenangan yang selalu kurasa setiap tetesan hujan yang menembus kulitku
Seakan ia tahu rasaku
Begitu banyak yang ada di hati
Yang tak tau, selalu buat ku resah
Tapi kini ku disini
Kutumpahkan segala rasa ku
dan ia menyambutku lembut
seakan memelukku dalam tiap butiran tetesnya
Menyahut tangisku dan mengusap lembut dalam derasnya
Tapi kemudian ia seakan memintaku pulang
dan derasnya perlahan mereda
butiran tetesnya merenggangkan peluknya
Ingin ku berteriak, menghalang lalunya pergi
Tapi kemudian deting nya bisikkanku
katakan bahwa waktu nya telah habis
Ku beranjak bangun dan berlalu pergi
ku berlari pulang membawa ringan semua bebanku
langkah kaki ku seakan seirama dengan detingnya
Ku ukirkan sesimpul senyuman dibibir
Ku tau ia kan datang lagi :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar